PENYEBARAN berita bohong (hoaks) terkait vaksin covid-19 dirasakan telah merugikan program vaksinasi yang sedang dilakukan peme rintah. Masyarakat diimbau dapat memilahmilah informa si yang tersebar di berbagai platform.

“Karena hal ini merugikan program vaksinasi sehingga berimbas pada rendahnya cakupan vaksinasi, tidak hanya vaksinasi covid-19,” kata pemerhati imunisasi, Julitasari Sundoro, Jumat, 4 Juni 2021.

Ia menambahkan publik pun perlu mendapat penjelasan dari institusi yang kredibel dan dapat dipercaya, seperti Kementerian Kesehatan serta Kementerian Komunikasi dan Informatika.

“Masyarakat jangan menelan mentah-mentah suatu berita dan informasi. Kita harus cek kembali kalau ragu dan tidak langsung menyebarkannya,” ujarnya.

Seperti halnya menjawab keraguan masyarakat, Julitasari menerangkan sebenarnya kandungan vaksin covid19 ini adalah antigen dari virus SARS-CoV-2. Kandungan itu diperlukan untuk membentuk antibodi.

Dalam pelaksanaan vaksinasi, apabila terjadi demam atau bengkak di tempat penyuntik an, tak perlu panik. Itu hal yang biasa pada proses pembentukan antibodi dalam tubuh manusia.

“Reaksi-reaksi ringan akibat divaksinasi itu bisa hilang dalam satu-dua hari. Dalam kartu vaksinasi pun sudah diberikan nomor kontak untuk menghubungi apabila terjadi kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI),” imbuhnya.

Leave a comment

Your email address will not be published.