RS dalam Kondisi Genting, Keselamatan Pasien COVID-19 dan Penyakit Lain Terancam

Liputan6.com, Jakarta LaporCovid-19 dan Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) memperingatkan gentingnya kondisi layanan kesehatan di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa akibat lonjakan kasus COVID-19 yang tidak terkendali.

Keduanya menilai bahwa lonjakan infeksi virus corona membuat rumah sakit (RS) tidak mampu menampung pasien. Hal ini berpengaruh pada keselamatan masyarakat karena terhambatnya upaya penanganan segera, baik pasien COVID-19 maupun penyakit non-COVID-19.

Epidemiolog: Sertifikat Vaksinasi Tak Bisa Gantikan Tes Covid-19 untuk Syarat Perjalanan

KOMPAS.com ? Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi Demokrat Aliyah Mustika Ilham dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengusulkan tentang adanya sertifikat bagi masyarakat yang telah mendapat vaksin Covid-19. Nantinya, sertifikat tersebut juga bisa digunakan sebagai syarat bepergian dengan pesawat. Dengan kata lain, menjadi pengganti tes RT-PCR atau rapid test antigen yang saat ini masih berlaku. Terkait wacana tersebut, epidemiolog kolaborator saintis LaporCOVID Iqbal Elyazar menilai hal tersebut tak bisa dilakukan. ?Kartu vaksinasi bukan kartu bebas Covid. Tetap harus dites rapid antigen atau PCR. Karena lebih murah dites daripada harus berurusan dengan rumah sakit,? kata Iqbal pada Kompas.com, Jumat (15/1/2021)

Kasus Covid-19 Melonjak Drastis, LaporCovid-19 dan CISDI Serukan Darurat Layanan Kesehatan

JAKARTA, MENARA62.COM ? LaporCovid-19 dan CISDI mengeluarkan peringatan bahwa saat ini layanan kesehatan di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa dalam kondisi genting. Lonjakan kasus Covid-19 yang tak terkendali membuat rumah sakit tak mampu menampung pasien. Situasi ini mempengaruhi keselamatan masyarakat karena terhambatnya upaya penanganan segera, baik bagi pasien Covid-19 maupun non-Covid-19.

Raffi Ahmad Keluyuran Usai Divaksin, Keputusan Pemerintah Kontraproduktif?

SuaraBali.id - Keputusan pemerintah yang menunjuk Raffi Ahmad sebagai perwakilan anak muda untuk mendapat vaksin Covid-19 perdana mendapat kritik, usai ia diketahui tidak melakukan protokol kesehatan dengan disiplin. Salah satu kritik datang dari inisiator LaporCovid-19 Irma Hidayana, yang menilai kesalahan utama dari sikap Raffi Ahmad yang berpesta ria tanpa protokol kesehatan setelah menerima vaksin pagi harinya berada di pemerintah.

Komunikasi Vaksin dengan Pendekatan Pragmatik

PRESIDEN Jokowi menilai, komunikasi publik terkait dengan vaksin corona harus betul-betul diperhatikan. Dijelaskan secara komprehensif ke publik soal manfaat vaksin dan peta jalan vaksinasi. Sehingga tak terjadi disinformasi dan penyebaran berita hoaks dari berbagai platform di media yang ada. (Kumparan) LaporCovid19.org melakukan survei persepsi warga yang dirilis Oktober 2020 menunjukkan hanya 31% warga yang bersedia menerima vaksin Sinovac-Biofarma dan 44% warga bersedia menerima vaksin Merah Putih yang dirintis Eijkman. (Independen)