Situs resmi www.nakes.laporcovid19.org melansir sepanjang pandemi covid-19 jumlah tenaga kesehatan Indonesia yang gugur melawan covid-19 ialah sejumlah total 2.087 tenaga kesehatan. Meliputi 751 orang dokter, 670 orang perawat, 398 bidan disusul oleh tenaga kesehatan lainnya.
Para Nakes Penganan Pandemi Covid-19 Dapat Masa Perpanjangan Insentif dari Pemerintah
Dari data situs resmi www.nakes.laporcovid19.org, sepanjang pandemi covid-19 jumlah tenaga kesehatan Indonesia yang gugur melawan covid-19 ialah sejumlah total 2.087 tenaga kesehatan meliputi 751 orang dokter, 670 orang perawat, 398 bidan disusul oleh tenaga kesehatan lainnya.
Menko Airlangga Perpanjang Insentif Covid-19 Nakes, Ini Respons IDI
Dari data situs resmi www.nakes.laporcovid19.org, sepanjang pandemi COVID-19, jumlah tenaga kesehatan Indonesia yang gugur melawan COVID-19 ialah total 2.087 tenaga kesehatan meliputi 751 orang dokter, 670 orang perawat, 398 bidan disusul tenaga kesehatan lainnya.
IDI Sampaikan Terima Kasih Kepada Airlangga Kendalikan Pandemi Covid-19
Di sisi lain, laman nakes.laporcovid-19.org mencatat, jumlah nakes yang gugur selama dua tahun lebih pandemi di Indonesia mencapai 2.087 orang. Yakni, 751 dokter, 670 perawat, dan 398 orang bidan maupun tenaga kesehatan lainnya.(*)
IDI: Nakes Ucapkan Terima Kasih ke Airlangga Kendalikan Pandemi Covid-19
Di sisi lain, laman nakes.laporcovid-19.org mencatat, jumlah nakes yang gugur selama dua tahun lebih pandemi di Indonesia mencapai 2.087 orang. Yakni, 751 dokter, 670 perawat, dan 398 orang bidan maupun tenaga kesehatan lainnya.
IDI Apresiasi Insentif Covid untuk Tenaga Kesehatan: Terima Kasih Pak Menko Airlangga!
Dilansir dari situs resmi www.nakes.laporcovid19.org, sepanjang pandemi Covid-19, tenaga kesehatan Indonesia yang telah gugur melawan Covid-19 berjumlah 2.087 tenaga kesehatan, meliputi 751 orang dokter, 670 orang perawat, 398 bidan, dan disusul oleh tenaga kesehatan lainnya.
Momentum Memperbaiki Data Covid-19 Kota Bandung
LaporCovid-19 khawatir narasi yang berkembang dari situasi saat ini berdampak pada makin abainya masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan, khususnya menghindari kerumunan dan memakai masker. Munculnya banyak narasi transisi ke endemi justru akan mengaburkan persepsi publik terkait krisis kesehatan saat ini.
Momentum Perbaikan Data COVID-19 Dan Penelusuran Kematian Berlebih Pasca Gelombang Ketiga Mereda
SIARAN PERS
MOMENTUM PERBAIKAN DATA COVID-19 & PENELUSURAN KEMATIAN BERLEBIH PASCA GELOMBANG KETIGA MEREDA
Situasi pandemi di Indonesia tampak memasuki babak baru dengan makin terkendalinya sejumlah parameter epidemiologis. Sayangnya, masih ada banyak catatan kritis terkait keseriusan pemerintah, terlebih dalam upaya penguatan testing, tracing, dan treatment, serta vaksinasi.
Narasi yang berkembang dari situasi saat ini berdampak pada makin abainya masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan, khususnya menghindari kerumunan dan memakai masker. Hal tersebut makin diperparah dengan munculnya banyak narasi transisi ke endemi yang mengaburkan persepsi publik terkait krisis kesehatan saat ini.
Citra perbaikan parameter epidemiologis yang muncul tidak bisa diakui secara langsung. Ada sejumlah pertimbangan, salah satunya adalah masih bertambahnya kasus harian di atas seratus orang, meskipun secara tren menunjukkan penurunan.
Berdasarkan data Satgas Covid-19, tren penambahan kasus harian menunjukkan penurunan cukup drastis sebesar 9 kali lipat sejak awal April 2022 lalu. Kondisi ini harus terus dijaga dengan kewaspadaan melalui berbagailangkah pencegahan. Tidak hanya angka kasus baru harian dan jumlah kasus aktif yang terus mengalami tren penurunan, umlah kematian bulanan periode April-Mei 2022 turun hampir 90 persen. Meskipun begitu, masih cukup disayangkan jumlah kematian COVID-19 masih tetap terus ada dan belum mencapai titik nol.
Situasipandemi COVID-19 saat ini yang relatif lebih kondusifseharusnya bisa menjadi momen untuk perbaikan sistem ataupun pelayanan, seperti pendataan atau pencatatan jumlah kematian terkait COVID-19. Selisih angka kematian masih terus ada di berbagai wilayah, sebagai mana yang sudah rutin diulas oleh tim LaporCovid-19 pada siaran pers sebelumnya.
Belum lagi tenaga kesehatan yang telah gugur belum terdata dengan baik. Selain itu, pemerintah seharusnya juga perlu mulai menyelidiki jumlah kematian yang lebih akurat selama pandemi COVID-19, termasuk di dalamnya jumlah kematian yang terjadi di luar fasilitas kesehatanpada saat gelombang kedua pandemi setahun silam. Pengukuran jumlah kematian lebih lanjut ini menjadi penting sebagaimana mengingat rilis temuan prediksi jumlah kematian COVID-19 di dunia termasuk di dalamnya adalah Indonesia.
Laporan terbaru? WHO pada awal bulan Mei 2022 menunjukkan jumlah kelebihan kematian (excess deaths) terkait COVID-19 di Indonesia selama 2020 hingga Desember 2021 diprediksikan 8 kali lipat dari jumlah kematian yang dipublikasikan. Artinya, terdapat sekitar 1 juta kematian terkait COVID-19. Perbedaan signifikan antara? data yang secara resmi dipublikasikan oleh pemerintah dengan temuan WHO ini menunjukkan lemahnya pendataan kematian. Hal itusekaligus menunjukkan lemahnya sistem surveilans pengendalian pandemi di Indonesia. Karenanya, temuan WHO ini perlu dijadikan pelajaran untuk perbaikan data surveilans pandemi ke depan.
Kematian yang terjadi selama pandemi dialami oleh semua kelompok usia dan jenis kelamin. Data kelebihan kematian yang dirilis WHO turut menggambarkan gentingnya situasi pandemi secara umum. Wabah penyakit tidak akan memilih siapa korbannya, karena setiap individu memiliki risiko untuk terinfeksi atau mengalami perburukan gejala dan kematian.
Grafik kematian berlebih di Indonesia berdasarkan usia dan gender pada tahun 2020
Grafik kematian berlebih di Indonesia berdasarkan usia dan gender pada tahun 2021
Refrensi
- https://worldhealthorg.shinyapps.io/covid19excess/
- https://ourworldindata.org/explorers/coronavirus-data
Narahubung:
Said Fariz Hibban (LaporCovid19) – 6281527440489
Cerita Amanda Tan Bergabung Jadi Relawan LaporCovid-19, Ikut Terguncang Ketika Gagal Bantu Warga
JAKARTA, KOMPAS.com – Ingin membuat penanganan Covid-19 di Indonesia menjadi lebih baik menjadi alasan utama Amanda Tan bergabung dalam platform LaporCovid-19. Bermodalkan jiwa sosial yang ia punya sejak mengenyam bangku perguruan tinggi, ia pun ingin ikut andil membantu memperbaiki penanganan Covid-19 di Tanah Air.
Cara Mandiri Utama Finance Apresiasi Nakes Yang Berjibaku Lawan Covid-19
Kabaroto.com – Tenaga kesehatan (nakes) jadi salah satu garda terdepan saat pandemi Covid-19 melanda dunia, tak terkecuali Indonesia. Dikutip dari laporcovid19.org, per 21 April 2022, sudah 2087 nakes meninggal dunia. Nakes paling banyak meninggal akibat Covid-19 adalah dokter. Tercatat, 751 dokter meninggal dunia disusul perawat 670.