LaporCovid19 Catat Jumlah Kematian Lebih Tinggi daripada Data Resmi

Koalisi Warga Lapor Covid-19 mencatat jumlah kematian akibat virus corona lebih tinggi daripada data resmi pemerintah. Hal ini berdasarkan penghitungan korban meninggal pada orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) di tujuh provinsi. Tujuh provinsi tersebut meliputi Banten, DI Yogyakarta, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan. Pemerintah pun dinilai hanya mencatat kematian covid-19 hanya yang sudah terkonfirmasi dari tes molekuler

Kerja Jurnalis dan Kebebasan Pers di Masa Pandemi

Pandemi membangun batasan dalam berinteraksi, tak terkecuali bagi jurnalis. Dalam bencana lain seperti banjir, gempa bumi, hingga tsunami, jurnalis relatif masih bebas bergerak di lapangan untuk mengumpulkan data. Di tengah pandemi virus corona, sebagian besar kebebasan itu terenggut. Wawancara telepon, konferensi pers melalui media poll, hingga diskusi atau seminar yang harus diselenggarakan lewat aplikasi.

Cegah Penyebaran Covid-19, Ini 5 Hal yang Bisa Dilakukan Pemerintah

Sementara itu, Irma Hidayana, Co-Inisiator LaporCovid-19 menambahkan, ihwal lahirnya gerakan ini juga karena keresahan pada data resmi yang diumumkan oleh pemerintah tidak merefleksikan apa yang terjadi di masyarakat. Sementara, prediksi distribusi penyakit ini angkanya cukup besar.  “Informasi sekunder yang kami dapat dari teman atau keluarga maupun kolega yang meninggal secara tiba-tiba disertai gejala mirip Covid-19 ini masih belum mendapat kesempatan dites Covid-19,” jelas Irma.

Laporcovid19.org: Wadah Laporan Warga untuk COVID-19

Kaltimtoday.co, Jakarta – Platform pelaporan tentang wabah virus Corona atau Covid-19 diluncurkan. Platform yang menggunakan aplikasi Whatsapp dan Telegram itu diberi nama “LaporCovid-19”. Platform ini diinisiasi sejumlah tokoh CSO, ahli teknologi informasi, praktisi kesehatan masyarakat, hingga jurnalis yang tergabung dalam Koalisi Warga untuk Covid-19.

Irma Hidayana, salah satu inisiator, menyebut platform ini dibuat untuk memberi kesempatan kepada warga memberikan informasi tentang situasi Covid-10 di sekitarnya yang mungkin belum terdeteksi oleh pemerintah. “Misalnya memberi informasi tentang kondisi dirinya, keluarganya, atau tetangganya yang memiliki gejala serupa Covid-19, atau yang meninggal sebelum mendapat kesempatan tes Covid-19” kata ujar Irma dalam rilis resminya. Senin, 6 April 2020.

Platform Gotong Royong Warga terkait Covid-19 Diluncurkan

JAKARTA, 6 April 2020 — Sebuah platform pelaporan terkait Coronavirus Desease 2019 atau Covid-19 resmi dilucurkan. Diinisiasi sejumlah tokoh CSO, ahli teknologi informasi, praktisi kesehatan masyarakat, dan jurnalis yang tergabung dalam Koalisi Warga untuk Covid-19, platform yang menggunakan aplikasi Whatsapp dan Telegram itu diberi nama “LaporCovid-19”.

Menurut Irma Hidayana, salah satu inisiator, platform ini dibuat untuk memberi kesempatan kepada warga memberikan informasi tentang situasi Covid-19 di sekitarnya yang mungkin belum terdeteksi oleh pemerintah. “Misalnya memberi informasi tentang kondisi dirinya, keluarganya, atau tetangganya yang memiliki gejala serupa Covid-19, atau yang meninggal sebelum mendapat kesempatan tes Covid-19” kata dia di Jakarta, Minggu, 5 April 2020.

LaporCovid-19 akan mengolah dan menganalisis informasi dari warga itu. Hasilnya, akan ditampilkan secara berkala berupa peta sebaran dan data-data lain yang relevan melalui situs www.laporcovid19.org. Para inisiator platform itu menjamin kerahasiaan pemberi informasi. Meski begitu, mekanisme cek-silang antarsesama warga dimungkinkan oleh sistem platform untuk meminimalisasi kekeliruan.