Booster Vaksin Ilegal Surabaya Dicurigai Libatkan Pejabat dan Aparat

Surabaya, CNN Indonesia — Peneliti Transparency International Indonesia (TII) Agus Sarwono menduga ada keterlibatan pejabat dan aparat dalam praktik penyuntikan vaksin Covid-19 dosis ketiga atau booster ilegal ke masyarakat umum di Surabaya. Menurutnya, sindikat penyuntikan booster ilegal itu mendapat pasokan vaksin dari petugas yang punya wewenang menyimpan atau mendistribusikan ke daerah.

Kelebihan dan Kekurangan Media Sosial Dalam Menghadapi Covid-19

Kematian positif Covid-19 sejak 1 Januari 2021 hingga 31 Desember 2021. Namun, angka ini belum mencakup jumlah kematian kasus probable Covid-19. Data akumulasi kematian probable tiap wilayah mencapai lebih dari 32.094 jiwa. Sementara kematian kasus suspek lebih dari 8.592 jiwa, serta jumlah kematian saat isolasi mandiri dan di luar rumah sakit yang baru tercatat oleh tim LaporCovid-19 setidaknya 3.015 jiwa. Di antara mereka yang meninggal, terdapat 2.066 tenaga kesehatan. Realita jumlah kematian terkait Covid-19 di Indonesia layaknya fenomena gunung es.

 

 

Jejak Vaksin Booster Dijual Ilegal [Koran Digital Rabu,5/1/2022]

MASIH saja ada pihak yang tega ‘menari’ di atas penderitaan warga akibat pandemi Covid-19. Buktinya, koalisi LaporCovid-19 menerima puluhan laporan penyalahgunaan stok vaksin corona. Bahkan ada laporan vaksin booster yang harusnya hanya untuk tenaga kesehatan (nakes) dijual illegal ke pihak yang mau bayar. Tak resminya jalur suntikan ketiga otomatis juga menimbulkan terbitnya sertifikat vaksin palsu. Bukti kuat lainnya, suntikan dilakukan di 2021 padahal pemerintah baru akan memberikan booster ke masyarakat umum per 12 Januari 2022 mendatang

Masih Maraknya Jual Beli Vaksin via Online

Pada bagian lain, LaporCovid-19 membeberkan adanya laporan warga terkait penjualan vaksin Covid-19. Penjualan dilakukan melalui marketplace dan dihargai Rp700.000. Hal itu diutarakan anggota LaporCovid-19 Amanda Tan pada diskusi virtual Koalisi Masyarakat Sipil untuk Akses Keadilan Kesehatan kemarin.

Ditemukan 33 Kasus Penyimpangan Vaksinasi Booster

Kastara.ID, Jakarta – Pihak pemantau penanganan Covid-19 yaitu LaporCovid-19 melaporkan terdapat 33 kasus penyimpangan vaksinasi booster. Alasannya, vaksin booster belum dapat diberikan kepada non tenaga kesehatan. Sementara pemerintah baru memulai vaksinasi booster pada 12 Januari 2022. Sebelum tanggal itu, pemerintah belum secara resmi mengizinkan pelaksanaan booster untuk kelompok masyarakat umum.

Banyak Dicari, Vaksin Booster Tak Luput dari Penyalahgunaan

LaporCovid-19 mendata ada puluhan laporan dugaan penyelewengan suntikan penguat atau booster yang selama ini difokuskan untuk tenaga kesehatan. Pemerintah akan mulai memberikan vaksinasi booster untuk masyarakat umum mulai 12 Januari mendatang.

Hah! Ada Dugaan Vaksin Booster Covid-19 Diperjual Belikan, Ketua MPR Bambang Soesatyo Minta Pihak Kepolisian Segera Usut Tuntas Pelaku

Bamoset menegaskan untuk meminta Kemenkes memperbaiki tata kelola pemberian vaksin covid, dan juga realisasi penggunaan vaksin Covid di lapangan. Sebelumnya, LaporCovid-19 menerima 33 laporan penyelewengan vaksin booster yang diberikan kepada kelompok non-tenaga kesehatan di tahun 2021.

LaporCovid-19: Jakarta Paling Banyak Laporan Penyimpangan Vaksin

Merdeka.com – Komunitas pemantau penanganan Covid-19 LaporCovid-19 mencatat, DKI Jakarta menjadi provinsi terbanyak atas laporan penyimpangan vaksin. Pegiat dari komunitas LaporCovid-19, Firdaus Ferdiansyah menyebutkan ada 6 laporan penyimpangan vaksin yang terjadi di Jakarta. Kepada merdeka.com, Firdaus menjelaskan lebih spesifik, bahwa penyimpangan vaksin didominasi oleh pemberian vaksin booster terhadap kelompok bukan tenaga kesehatan.

Jual Beli Vaksin via Online Masih Marak

JawaPos.com – Situasi pandemi di Indonesia terus menunjukkan perbaikan. Berdasar pemetaan terbaru, daerah yang masuk kategori pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 hanya tersisa 15 daerah. Sisanya berada di level 1 dan 2 yang menunjukkan situasi membaik. Selain itu, tidak ada satu pun daerah yang berstatus level 4.

Waduh, 6 Ribu Vaksin AstraZeneca Diduga Kedaluwarsa Sepanjang 2021

Jakarta, IDN Times – Koalisi Masyarakat Sipil untuk Akses Keadilan Kesehatan mencatat ada sekitar 6.100 vaksin jenis AstraZeneca telah kedaluwarsa sepanjang 2021. Perwakilan dari Transparency International Indonesia Agus Sarwono mengatakan, banyaknya vaksin kedaluwarsa berpotensi menimbulkan kerugian negara.